Math Analysis and Geometrical Day: Aproksimasi Terbaik di Ruang Fungsi Kontinu C[a,b]
BANDUNG, math.itb.ac.id - Sabtu (16/03/13) Math Analysis and Geometrical Day (MaG-D) kembali diadakan untuk yang ketujuh kalinya di Basic Science Center A (BSC A). MaG-D merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Kelompok Keahlian (KK) Analisis dan Geometri. Rangkaian acaranya berupa kompetisi analisis dan geometri untuk mahasiswa dan kuliah umum “Aproksimasi Terbaik di Ruang Fungsi Kontinu C[a,b]” oleh Prof. Dr. Hendra Gunawan.
MaG-D 2013 diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pelita Harapan (UPI), Universitas Parahyangan (UNPAR), Institut Teknologi TELKOM (IT TELKOM), Universitas Kristen Maranatha (UKM), Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Semarang (UNESA), Universitas Pekalongan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Malang (UM), dan juga dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sendiri. Walaupun jumlah peserta lebih sedikit dari tahun lalu, acara MaG-D 2013 ini mulai merambah ke luar Pulau Jawa karena juga diikuti oleh Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Peserta yang mendaftar berbentuk tim beranggotakan dua orang.
Kompetisi analisis dan geometri dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama seluruh peserta mengerjakan soal yang sudah disiapkan secara individual. Setelah itu tim yang lolos tahap pertama akan mengikuti tahap kedua. Pada tahap tersebut, tiap-tiap tim mengerjakan satu nomor soal yang cukup rumit. Kompetisi ini akhirnya dimenangkan oleh perwakilan dari UI untuk juara 1 dan 2, sedangkan untuk juara 3 dimenangkan oleh perwakilan dari ITB, yaitu Taufiq Akbari Utomo dan Brilly Maxel Salindeho.
Selain kompetisi ini, diadakan juga kuliah umum oleh Prof. Dr. Hendra Gunawan tentang “Aproksimasi Terbaik di Ruang Fungsi Kontinu C[a,b]”. Kuliah ini berisi tentang bagaimana menyelesaikan masalah interpolasi dengan mengaproksimasi suatu keluarga fungsi. Masalah interpolasi ini cukup berguna dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kita akan menemukan data yang bersifat cuplikan dari data-data yang berasal dari sumber yang polanya sama. Untuk mengetahui data yang tidak terambil, maka digunakan interpolasi. Hendra juga menjelaskan bahwa interpolasi ini bisa digunakan di bidang fisika, seperti dalam mengolah data suhu, ketinggian, tekanan. Di bidang sosial juga bisa digunakan untuk menentukan nilai harga dari waktu ke waktu. Selain itu masalah interpolasi ini juga berguna untuk data satelit. Satelit biasanya mengambil data secara tidak kontinu. Untuk mengetahui seluruh datanya, termasuk data yang tidak terambil oleh satelit, juga bisa digunakan interpolasi. “Untuk merekam sebuah fungsi, cukup mencuplik datanya dan lakukan interpolasi,” ujar Hendra. (PO)




