Bandung, math.itb.ac.id – Guna memenuhi kebutuhan mendesak akan profesi Ajun Aktuaris (Associate of Society of Actuaries of Indonesia) di industri perasuransian, dana pensiun, dan industri terkait lainnya di Indonesia, Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) bekerja sama dengan ITB, khususnya Program Studi Matematika. Hal tersebut disosialisasikan kepada mahasiswa Prodi Matematika pada Sabtu (28/01/12) di Ruang 9020 Gedung Oktagon ITB.

Kerjasama yang telah berlangsung sejak tahun 2008 ini, terwujud dalam bentuk penyelenggaraan beberapa perkuliahan di Prodi Sarjana Matematika dan Prodi Magister Aktuaria yang mengacu pada standar kurikulum internasional profesi aktuaris yang ditetapkan oleh PAI. Untuk mendapatkan gelar Ajun Aktuaris, dari tujuh modul yang akan diujikan oleh PAI, lima diantaranya dapat diperoleh di Prodi Matematika ITB. Kelima modul tersebut adalah Matematika Keuangan, Probabilitas dan Statistik, Metode Statistika, Matematika Aktuaria, dan Teori Risiko.

Dumaria R. Tampubolon, dosen di Matematika ITB yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut kemudian mengingatkan mahasiswanya, “Jangan cari gelar atau nilai, carilah pengetahuan dan kemampuan, karena nilai akan datang dengan sendirinya jika kalian paham.”

Profesi Aktuaris

Aktuaria adalah sains yang menganalisis pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang akibat suatu kejadian yang mungkin terjadi. Menurut Duma, selain kemampuan akademis, seorang aktuaris juga harus memiliki kemampuan yang baik di bidang bisnis dan komunikasi, terutama dalam bahasa inggris, baik lisan maupun tulisan.

Di Indonesia, saat ini jumlah aktuaris yang ada masih dipandang sedikit, mengingat adanya keputusan pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan asuransi di Indonesia mempunyai minimal seorang aktuaris. Sampai tahun 2009, jumlah anggota PAI adalah 323 orang, dengan 184 orang bergelar profesi Ajun Aktuaris (ASAI) dan 139 orang bergelar profesi Aktuaris (FSAI).

Menurut Budi Tampubolon, FSAI, Aktuaris adalah profesi nomor satu yang paling menarik di USA. Hal ini dikarenakan tingkat risiko saat bekerja yang tidak seberat pekerja lapangan, tidak memerlukan requirement fisik yang tinggi, namun memiliki salary yang kompetitif. Budi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua PAI, menambahkan  “sangat tepat memilih jurusan Matematika, karena Aktuaris kebanyakan memiliki latar belakang seorang Mathematician.”