Program Studi Magister Pengajaran Matematika
Latar Belakang
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tentulah bukan suatu proses yang singkat dan sederhana, dalam hal ini pendidikan dari sejak dini memegang peranan yang sangat penting. Diharapkan ke depannya, pendidikan yang baik dapat menciptakan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, mampu menjalin kerja sama yang baik, mampu menggunakan dan mengembangkan sumber daya alam dengan teknologi yang terus berkembang. Di sinilah peran orang tua dan guru sangat dituntut keterlibatannya sebagai pendidik dari sejak generasi baru dilahirkan. Mampukah Indonesia menyediakan sumberdaya yang bermutu, profesional dan kompetitif? Padahal saat ini Indonesia tengah menghadapi tiga agenda besar masalah pendidikan, yakni masalah mutu dan relevansi pendidikan, manajemen pendidikan dan masalah pemerataan pendidikan. Di antara ketiga agenda tersebut, masalah mutu pendidikan yang rendah merupakan agenda yang penting.
Data yang disajikan dalam seminar ” Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030” menyebutkan dari 1,3 juta guru SMP dan SMA hanya 30% bisa disebut qualified untuk mengajar, sisanya (70%) unqualified, underqualified atau mismatched (Kompas, 20 Mei 2006). Data ini juga sejalan dengan yang diperoleh dari catatan Human Development Index (HDI) yang secara statistik menunjukkan 60% guru SD, 40% SLTP, 43% SLTA dan 34% SMK dianggap belum layak mengajar di jenjangnya masing-masing, disamping sebanyak 17,2% (69.477 orang) mengajar bukan di bidangnya.
Disamping itu, data yang diperoleh dari Balitbang Depdiknas (1999) yang dikutip dalam artikel yang disajikan di surat kabar Kompas tertanggal 2 Oktober 2006, bahwa mutu guru sekolah menengah atas masih perlu peningkatan. Data itu menunjukkan bahwa “dari 6.164 calon guru Biologi, ketika di tes biologi rata-rata skornya hanya 44,96; dari 396 calon guru Kimia, ketika dites kimia rata-rata skornya hanya 43,55; dari 7.558 calon guru Bahasa Inggris, ketika dites bahasa Inggris rata-rata skornya hanya 37,57; dari 7.863 calon guru Matematika, ketika dites matematika rata-rata skornya hanya 27,67; dan dari 1.164 calon guru Fisika, ketika dites fisika rata-rata skornya hanya 27,35”. Dengan keadaan yang semacam ini tak pelak saat ini kualitas SDM Indonesia berada pada peringkat ke 109 dari 179 negara di dunia (dunia guru.com, 2007).
Salah satu solusi yang bisa ditawarkan suatu perguruan tinggi untuk memperbaiki mutu luaran pendidikan menengah adalah dengan memperbaiki profesionalitas guru. Dalam hal ini yang bisa dilakukan perguruan tinggi adalah peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru.
Di Indonesia metode peningkatan kualitas guru sudah banyak dilakukan melalui penataran dan pelatihan. Tetapi tampaknya metode ini kurang efektif, seperti dapat dilihat dari data NEM dan Nilai SPMB. Karena itu perlu dicari metode lain yang lebih terstruktur. Analisis lebih jauh antara nilai SPMB dan jumlah guru dengan kualifikasi S2,S3 menunjukkan korelasi yang positif, sedangkan jumlah guru berpendidikan S2/S3 hanya 0,26%. Maka penyediaan guru berkualifikasi setidaknya Magister dan mengajar di bidangnya diharapkan menjadi salah satu solusi yang tepat.
Program Magister Pengajaran Matematika
Program studi ini bermula dengan kerja sama pendidikan magister dengan Dikmenjur. Setelah itu kerja sama dijalin dengan Departemen Agama untuk meningkatkan mutu guru-guru madrasah dengan program magister. Semula program ini embedded dalam Program Studi Magister Matematika (dengan orientasi pendidikan). Kemudian, FMIPA membuka resmi dua program studi magister pengajaran untuk fisika dan kimia pada tahun 2008, diikuti dengan program studi semacam untuk matematika pada tahun ini (2009) berdasarakan Surat Keputusan Rektor Institut Teknologi Bandung, No : 013/SK/K01/OT/2009 Tentang Pembukaan Program Studi Magister Pengajaran Matematika, tanggal 27 Januari 2009.
Melalui Program Studi Magister Pengajaran Matematika, FMIPA-ITB berusaha menjadi penentu arah perkembangan matematika sekolah di Indonesia untuk meningkatkan mutu pengajaran matematika di sekolah demi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.
Mengajar matematika pada semua tahap pendidikan menuntut pengetahuan serta pemahaman matematika yang tinggi. Demikianlah pegangan dasar yang digunakan dalam menyusun program magister ini. Unuk dapat sukses membelajarkan matematika pada siswanya, seorang guru matematika sekolah menengah perlu memahami matematika yang diajarkan dengan sangat baik. Tingkat pengetahuan dan pemahamannya perlu jauh lebih tinggi daripada materi matematika yang diajarkan. Ini parameter prtama untuk menjadi guru matematika istimwa.
Parameter lainnya : seorang guru matematika perlu memahami cara membelajarkan matematika serta cakap mengintegrasikan cara membelajarkan dengan materi ajar matematika yang terkait. Akhirnya, parameter yang tak kalah pentingnya adalah semangat dan gairah mengajar matematika. Dengan dasar pemikiran itu, FMIPA ITB mengajak para guru matematika untuk bersama-sama menumbuhkan parameter-parameter di atas.
Program Studi Magister Pengajaran Matematika FMIPA ITB dirancang untuk membantu para guru matematika sekolah menengah agar dapat menumbuh mekarkan semua parameter untuk menjadi suru matematika istimewa di atas. Kegiatan-kegiatan dalam program ini bertumpu pada kolaborasi yang subur dengan puluhan matematikawan handal dari Institut Teknologi Bandung yang berpengalaman memadai dalam membelajarkan matematika.
Muatan Materi
Cakupan materi dalam program ini dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah materi matematika yang biasanya dibelajarkan di sekolah menengah. Namun, di sini materi-materi tersebut ditinjau dari sudut pandang yang lebih tinggi. Jadi, materinya matematika sekolah menengah, namun cara melihatnya state-of-the-art.
Materi dalam kelompok kedua memungkinkan pesera mengembangkan pemahamannya akan teori belajar serta menggali penerapannya pada pembelajaran matematika sekolah menengah.
Kelompok ketiga mencakup materi keprofesian untuk mendukung profesionalisme peserta sebagai guru matematika yang sekaligus merupakan pemimpin lingkungan profesinya di tempatnya berkarir.
Kurikulum
Beban studi program ini adlah 36 sks. Sejumlah besar mata kuliah dimaksudkan untuk menunjang pemahaman materi matematika, yaitu Simetri dan Transformasi, Teori Bilangan dan Aritmatika, Teori Sukubanyak, Statistika, dan Kombinatorika, seluruhnya 15 sks. Selain itu, mahasiswa perlu mengambil mata kuliah yang berfokus pada pembelajaran matematika dan keprofesian guru matematika sebanyak 6 sks. Mata kuliah Projek sebanyak 6 sks dimaksudkan sebagai wahana peserta untuk melakukan penelitian pembelajaran di sekolah atau mendalami suatu topik matematika yang relevan dengan matematika sekolah. Mata kuliah pilihan sebanyak 9 sks menggenapkan beban studi peserta program ini.
Adapun Struktur Kurikulum Program Magister Pengajaran Matematika adalah sebagai berikut:
|
Semester I |
SKS |
Semester II |
SKS |
|
MA5111 Daya Matematika |
3 |
MA5211 Pembelajaran Matematika Sekolah |
3 |
|
MA5121 Teori Bilangan dan Aritmetika |
3 |
MA5222 Teori Suku Banyak |
3 |
|
MA5141 Simetri dan Transformsi |
3 |
MA5283 Statistika |
3 |
|
|
|
|
|
|
Semester III |
SKS |
Semester IV |
SKS |
|
MA6093 Proyek I |
3 |
MA6094 Proyek II |
3 |
|
MA6282 Kombinatorika |
3 |
Mata kuliah pilihan |
3 |
|
Mata kuliah pilihan |
3 |
Mata kuliah pilihan |
3 |
Mata kuliah pilihan yang disediakan oleh Program Studi Magister Pengajaran Matematika adalah
1. MA6032 Fungsi dan Geometri Analitik (3 sks)
2. MA6011 Topik dalam Pengajaran Matematika I (3 sks)
3. MA6012 Topik dalam Pengajaran Matematika II (3 sks)
Pada prinsipnya, setiap mahasiswa program studi manapun dapat mengambil kuliah pilihan magister manapun yang relevan dengan syarat disetujui oleh wali dan memenuhi prasyarat mata kuliah tersebut.
Profil dan Kompetensi Lulusan
Lulusan program ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memimpin terjadinya peningkatan mutu pembelajaran matematika di sekolah menengah. Selain itu, lulusan program ini diharapkan dapat menjadi perekacipta program matematika sekolah yang bermutu serta membangun lingkar mutu (quality circle) dengan sesama guru di lingkungan kerjanya.
Fasilitas
Penyelenggaraan Program Magister Pengajaran Matematika ini didukung oleh sarana/prasarana di lingkungan ITB, seperti ruang kuliah, perpustakaan matematika dan perpustakaan pusat ITB yang memiliki koleksi buku yang berkualitas, lengkap dan memiliki akses ke berbagai jurnal ilmiah internasional, laboratorium penelitian yang memiliki software untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Mahasiswa dapat mengakses internet baik melalui komputer-komputer yang terdapat di laboratorium maupun melalui wireless network.
Peserta Program
Peserta program ini adalah guru sekolah menengah berijazah sarjana yang telah memiliki pengalaman mengajar matematika, widyaiswara P4TK dan LPMP, serta dosen LPTK.
Informasi dan Pendaftaran
Pendaftaran sesuai dengan ketentuan ITB. Informasi tentang pendaftaran dapat diperoleh di Sekolah Pascasarjana ITB (http://www.sps.ac.id). Informasi akademik dapat diperoleh di http://www.fmipa.itb.ac.id




